Home > Democrazy > Warga Diajak Boikot Industri Pencemar Lingkungan

Warga Diajak Boikot Industri Pencemar Lingkungan

TANGERANG – Pemerintah daerah dianggap setengah hati mengawasi pencemaran lingkungan akibat limbah industri, rumah tangga maupun pertanian. Saat ini, ketiga sumber limbah itu belum terkendali dan terpantau maksimal.Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (Yapelh) Tangerang, kembali melakukan penyusuran di sepanjang Sungai Cisadane yang melintas di wilayah Kabupaten Tangerang. Hasil penyusuran menunjukan kualitas air permukaan makin menurun akibat tercemar limbah.

“Ini akibat tidak aktivitas industri di sepanjang sungai tidak terpantau,”kata Ketua Yapelh, Uyus Setya Bhakti.

Yapelh, kata dia, sementar menemukan 28 industri di Kabupaten Tangerang di sepanjang sungai, tidak terkontrol dalam pembuangan limbah cair. Dari kajian Yapelh, kata dia, setiap 3 kilometer panjang sungai, idealnya ada satu alat pemantau limbah.

Uyus mensinyalir penggunaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) beberapa industri masih setengah hati atau kurang dari 50 persen. Akibatnya, beberapa limbah industri dibuang ke sungai yang akibatnya membahayakan lingkungan.

“Tugas kami memperingatkan, tidak pada penindakan. Itu kewenangan pemerintah daerah. Bahkan kewenangan aparat hukum karena industri-industri itu telah melakukan tindak pidana pencemaran,” kata Uyus.

Dalam waktu dekat, kata Uyus, Yapelh akan mengkampanyekan boikot produk industri perusak lingkungan. “Nanti kami akan beberkan daftar industrinya,” katanya.

Daftar industri yang masuk daftar boikot ini, menurut Uyus, berdasarkan industri yang sering melakukan tindak pidana pencemaran dan evaluasi penyimpangan baku mutu limbah industri. Khusus industri yang sering melakukan tindak pidana pencemaran, Yapelh akan mengambil referensi data dari Polda dan bapedal.

Menurut Uyus, tidak sulit menangkap industri nakal pencemar lingkungan, karena setiap hari mereka membuang limbah cair beragam warna ke Kali Cisadane dan atau ke Kali Cirarab.

Semetara, Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tangerang menyatakan sudah maksimal melakukan upaya pengendalian pencemaran industri di wilayahnya. Belum lama ini, BLHD telah melaporkan perusahaan yang melanggar UU Lingkungan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

lanjutnnya klik aja sumbernya…

Categories: Democrazy Tags: ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: